Bukan Sekadar Ijazah: UBSI Kampus Tegal Cetak “Super-Engineer” Lewat Sertifikasi Kompetensi Digital
- account_circle Nayla Zakiyya
- calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tegalhitz.com, Tegal – Di tengah gelombang otomatisasi dan kecerdasan buatan, UBSI (Universitas Bina Sarana Informatika) kampus Tegal mengambil langkah taktis untuk memastikan mahasiswanya tidak sekadar menjadi “penonton” di era digital. Melalui kegiatan seminar sertifikasi kompetensi, UBSI menyiapkan kesiapan kerja bagi mahasiswanya yang akan menjadi bekal setelah lulus. Kegiatan ini berlangsung di Aula UBSI kampus Tegal, Jl. Sipelem No. 22, Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal pada Rabu (8/7), mulai pukul 13:00 s/d 16:00 WIB.
Bukan hanya sekadar seminar biasa, agenda ini merupakan pembekalan intensif sebelum para mahasiswa lintas Program Studi (Prodi) yang ada di UBSI kampus Tegal, yakni Prodi Sistem Informasi Akuntansi, Teknologi Komputer dan Sistem Informasi, agar siap bertempur menghadapi uji kompetensi di tiga lini krusial industri modern: Pemrogram Muda, Associate Network Administrator dan Database Administrator. Seminar ini menghadirkan pakar IT yang sebagai narasumbernya, Angga Ardiansyah, M.Kom.
Mengapa Tiga Skema Ini Krusial?
Industri hari ini tidak lagi memprioritaskan “apa gelar Anda”, melainkan “apa yang bisa Anda buktikan”. Tiga skema yang dipilih dari sertifikasi kompetensi nantinya adalah fondasi dari ekosistem digital saat ini:
- Pemrogram Muda: Arsitek di balik aplikasi dan perangkat lunak masa depan.
- Associate Network Administrator: Penjaga gerbang konektivitas dan infrastruktur jaringan.
- Database Administrator: Pengelola “emas baru” dunia digital, yaitu data.
“Di era transformasi digital saat ini, perusahaan tidak butuh teori di atas kertas. Mereka butuh talenta yang mampu membuktikan kompetensinya secara riil. Sertifikasi ini adalah investasi jangka panjang, sebuah fast track agar lulusan bisa langsung running di dunia kerja tanpa perlu banyak training adaptasi lagi,” ungkap Angga, saat memaparkan materinya.
Strategi “Ready-to-Career” dari Kampus Digital Kreatif
Tantangan terbesar lulusan baru (fresh graduate) saat ini adalah skill gap antara dunia kampus dan kebutuhan industri. Langkah UBSI kampus Tegal menjembatani jurang tersebut mendapat penegasan kuat dari pihak manajemen akademis.
Sementara itu, Suleman, S.Kom, M.Kom, selaku Ketua Prodi Teknologi Komputer UBSI kampus Tegal, menegaskan bahwa kampus tidak ingin melahirkan lulusan yang gagap saat masuk dunia profesional.
“Prestasi akademik itu bagus, tapi sertifikasi kompetensi adalah ‘senjata’ sebenarnya di pasar kerja. Kami ingin memastikan setiap lulusan UBSI Tegal punya daya saing tinggi, diakui secara nasional, dan langsung dilirik oleh HRD perusahaan top atau instansi pemerintahan,” jelas Suleman.
Dipandu oleh Mawadatul Maulidah, M.Kom sebagai moderator, atmosfer aula seketika berubah menjadi sesi diskusi interaktif yang hidup. Mahasiswa tidak hanya disuapi materi teknis, tetapi juga dibekali hack atau strategi jitu bagaimana menaklukkan uji kompetensi dengan hasil terbaik.
Lewat komitmen yang terus diperbarui ini, UBSI kampus Tegal sebagai Kampus Digital Kreatif kembali membuktikan statusnya bukan sekadar tempat kuliah, melainkan institusi yang bertindak sebagai inkubator talenta profesional yang adaptif, tangguh dan siap kerja.
- Penulis: Nayla Zakiyya

Saat ini belum ada komentar