SDN Semedo Beroperasi di Dua Lokasi, Fasilitas dan Air Bersih Masih Jadi Kendala
- account_circle Tri Sella Faoziah
- calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tegalhitz.com, Semedo – Kegiatan belajar mengajar di SDN Semedo hingga kini masih menghadapi sejumlah keterbatasan fasilitas, meski proses belajar tetap berjalan aktif di dua lokasi ruang kelas yang dimiliki sekolah tersebut, Kamis (13/8).
Pantauan di lapangan menunjukkan, SDN Semedo merupakan satu-satunya sekolah dasar negeri di Desa Semedo. Karena ruang kelas di lokasi awal tidak lagi memadai menampung jumlah siswa, sebagian kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke bangunan lain yang berada di Semedo Timur, sehingga saat ini SDN Semedo beroperasi di dua lokasi, yakni SemedoTimur dan Semedo Barat, namun tetap dalam satu manajemen sekolah yang sama.
Kondisi ini dinilai berdampak pada proses belajar siswa. Ruang kepala sekolah di lokasi Semedo Timur misalnya, masih harus digabung dengan ruang perpustakaan karena keterbatasan ruangan, sementara sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan cukup parah pada bagian plafon dan tembok. Sekolah ini juga belum memiliki ruang komputer, sehingga untuk keperluan ujian siswa kelas 6 pihak sekolah harus meminjam sementara ruang kelas yang tidak terpakai. Selain itu, tidak sedikit siswa yang dititipkan kepada neneknya karena orang tua bekerja di luar daerah, sehingga komunikasi dan pemantauan perkembangan belajar anak menjadi kurang maksimal.
Hingga saat ini belum terlihat adanya perbaikan berarti dari pihak terkait atas kerusakan fasilitas maupun ketersediaan ruang penunjang belajar di sekolah tersebut. Persoalan juga muncul pada ketersediaan air bersih, di mana pihak sekolah kerap harus mengambil air dari Semedo Barat yang jaraknya cukup jauh dari lokasi Semedo Timur.
Wali kelas SDN Semedo, Bu Siti, mengaku kesulitan mengakses air bersih untuk kebutuhan sekolah sehari-hari. “Susah untuk akses air, kadang-kadang harus ngambil dulu di Semedo Barat yang jaraknya lumayan jauh dari Semedo Timur di SD tersebut, kalaupun ada airnya asin dan keruh,” ujarnya, Kamis (13/8).
Ia berharap, ke depan fasilitas SDN Semedo dapat lebih lengkap dan nyaman mengingat kenyamanan lingkungan belajar turut memengaruhi maksimal tidaknya proses belajar mengajar. Ia juga menyoroti soal penerimaan peserta didik baru, di mana tahun ini SDN Semedo menerima 56 siswa yang terbagi dalam dua rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas masing-masing 28 siswa. Menurutnya, hal ini berbeda dengan kondisi di desa yang memiliki lebih dari satu sekolah dasar, di mana penerimaan peserta didik baru semestinya diatur dengan kuota atau aturan tertentu dari Dinas Pendidikan, agar setiap sekolah dapat memperoleh siswa secara merata.
- Penulis: Tri Sella Faoziah

Saat ini belum ada komentar