Kekeringan Meluas di Kabupaten Tegal, PMI Distribusikan 416 Ribu Liter Air Bersih
- account_circle Nayla Zakiyya
- calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tegalhitz.com, Tegal – Krisis air bersih akibat musim kemarau terus meluas di Kabupaten Tegal. Sedikitnya sembilan desa di enam kecamatan terdampak kekeringan.
Desa-desa tersebut meliputi Desa Padasari dan Desa Lembahsari di Kecamatan Jatinegara, Desa Jatimulya, Desa Kertasari, dan Desa Harjasari di Kecamatan Suradadi, Desa Guci di Kecamatan Bumijawa, Desa Kedungkelor di Kecamatan Warureja, Desa Kajen di Kecamatan Lebaksiu, serta Desa Kaligayam di Kecamatan Talang. Menurunnya debit mata air menyebabkan banyak sumur warga mengering sehingga masyarakat kesulitan memperoleh air bersih.
PMI Salurkan 416 Ribu Liter Air Bersih
Merespons kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal terus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di wilayah terdampak. Hingga Jumat, (17/7) pukul 08.00 WIB, PMI telah mendistribusikan 416.000 liter air bersih atau setara dengan 104 tangki ke sembilan desa tersebut sebagai upaya membantu warga menghadapi krisis air bersih.
Bantuan tersebut telah menjangkau 9.562 kepala keluarga (KK) atau sekitar 53.391 jiwa, yang terdiri atas 20.817 laki-laki dan 32.574 perempuan. Distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan masyarakat di setiap wilayah terdampak.
PMI Prioritaskan Wilayah Paling Terdampak
Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, mengatakan bahwa pihaknya memprioritaskan desa-desa yang mengalami kesulitan paling besar dalam memperoleh air bersih.
“Kami fokus menyalurkan bantuan ke wilayah yang paling terdampak dan mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih,” ujar Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, sebagaimana dikutip dari Metro Media News melalui artikel PMI Kabupaten Tegal Salurkan 416 Ribu Liter Air Bersih untuk 53 Ribu Warga Terdampak Kekeringan (23/7).
PMI Terus Pantau Kondisi Kekeringan
Berdasarkan pemetaan terbaru, cakupan wilayah terdampak kekeringan mengalami peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya. Jika semula krisis air bersih terjadi di delapan desa pada empat kecamatan, kini meluas menjadi sembilan desa yang tersebar di enam kecamatan. Kondisi tersebut dipicu oleh musim kemarau yang berkepanjangan sehingga debit mata air terus menyusut dan sumur-sumur warga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan air bersih.
PMI Kabupaten Tegal menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyesuaikan distribusi bantuan sesuai kebutuhan masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bersih bagi warga selama musim kemarau masih berlangsung sekaligus mengurangi dampak krisis air bersih yang berpotensi meluas ke wilayah lainnya.
- Penulis: Nayla Zakiyya

Saat ini belum ada komentar